Berita Terbaru:

FOTO

Fahri Hamzah: Jokowi Tak Paham Sistem Politik Indonesia

berita soal pencapresan Jokowi
Sambil sruput kopi hitam nan kental tak luput isap kuat-kuat rokok rasanya sungguh makyus, iseng-iseng berjelajah dunia maya dan tanpa sengaja membaca pernyataan Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah pada salah satu media online, kompas.com.

Memang pernyataan anggota Komisi III DPR bisa dikatakan selalu mengundang kontroferversi dari rencana pembubaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), silakan cari kata kunci tersebut di embah Google.

Untuk kali ini, entah apa penyebabnya, apakah perasaan kesal lantaran partainya tidak masuk dalam katagori Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dalam hal berkoalisi atau disebabkan hal-hal yang lainnya.

Karena itu, ia tanpa ragu-ragu mengkritik keras sikap PDI-P dalam hal berkoalisi yang ingin membentuk koalisi yang baik dan bersih. Salah satu penentunya adalah dengan tidak berkoalisi secara besar-besaran dan tak terjebak dalam praktik transaksional dan bagi-bagi jabatan.

Menurutnya,  sikap  Calon presiden dari PDI-P, Joko Widodo (Jokowi) yang enggan berkoalisi dengan banyak partai karena khawatir akan adanya ‘lobi-lobi’, hal itu menunjukkan dia tak mengerti sistem politik yang diterapkan di Indonesia dan sangat bersiko dalam menjalankan roda pemerintahan. " Jokowi enggak ngerti multipartai, enak saja enggak mau bagi-bagi kekuasaan. Bukan soal bagi-bagi kekuasaan, sekarang ini kekuatan partai merata, lebih dahsyat, mengelola DPR akan lebih sulit," kata Fahri saat, Kamis (17/4/2014) malam.

Lebih lanjut ia mengatakan, jika PDI-P ngotot dengan sikap demikian maka besar kemungkinan Jokowi akan gagal sebagai presiden RI. "PDI-P jangan sembarangan. Bagaimana kalau di detik-detik akhir Nasdem enggak mau? Bisa enggak jadi Jokowi capres," lanjutnya.

 Soalnya, kekuatan semua partai saat ini cukup merata. Setidaknya berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) dalam pemilu legislatif, semua partai politik wajib berkoalisi menghadapi pilpres agar dapat mengajukan calon presiden dan wakil presiden. Hal itu karena tidak ada partai yang mendapatkan 20 persen kursi di parlemen atau 25 persen suara sah nasional.

Pulau Tidung, Obyek Wisata Bahari Murah dan Mengasikkan

 pulau tidung
Anak muda bernama bernama Eris yang berasal dari Pulau Tidung ini mencoba mengembangkan perekonomian warga sekitar dengan mengembangkan potensi  wisata bahari pulau tersebut.  

Dibantu  bantuan teman-teman dari warga sekitar, ia memberanikan diri membangun sebuah jasa atau agen wisata pulau tidung dan sekitar berupa “Eris Tour & Travel” .  Untuk lebih jelasnya silakan kunjungi  alamat ini http://trisna-tidung.com/ atau hub nomor ini 08567332541/081311579476 atau PIN BB : 26C3B508.

Lantas kenapa harus Pulau Tidung? Sekilas tentang pulau ini mungkin untuk sebagain orang khususnya warga Jakarta mungkin sudah tak asing lagi dengan sebuah pulau yang bernama Pulau Tidung.  Karena tak asing lagi, pulau yang masih dalam kepulauan seribu sering kali menjadi aternatif wisata bahari yang mengasikan setelah lima hari lamanya bergelut dengan rutinitas selain puncak.

Lalu apa saja yang tersaji di pulau ini dan bagaimana dengan persoalan kocek yang mesti dikeluarkan?  Yang jelas ada beberapa hal alasan kenapa pulau ini sebagai aternatif yang mengasikan dan persoalan kocek tak usah terlalu dikuatirkan.

Berikut ini adalah beberapa manfaat yang akan Anda dapatkan dengan mennikmati Pariwisata Pulau Tidung ini.

Biaya Terjangkau alias Murah


Secara umum, biaya yang Anda perlukan untuk menikmati keindahan Pariwisata Pulau Tidung ini cukup terjangkau. Apalagi, ini juga ditunjang oleh sarana transportasi yang aman dan nyaman, selama Anda melakukan perjalanan dari Jakarta atau Pulau Jawa ke Pulau Tidung.

Penduduk lokal di tempat ini, sebagian besar merupakan pengelola penginapan, resor-resor wisata serta membuka berbagai jenis rumah makan. Jadi, sesampainya Anda di sana, Anda tidak perlu khawatir tersesat atau kelaparan.

Pulau Tidung Wisata Bahari yang Tak Kalah Jauh dengan Lainnya

Pulau Tidung menyediakan lokasi wisata yang sangat menarik, seperti taman bawah laut yang cocok untuk lokasi penyelaman. Anda akan dapat dengan mudah menikmati pemandangan yang sangat menarik, seperti terumbu karang dan yang lainnya.

Tentunya, pihak pengelola sudah mempersiapkan berbagai fasilitas yang dibutuhkan termasuk dari segi pengamanannya. Dengan demikian, Anda dapat menikmati sensasi menyelam di bawah laut tanpa harus jauh-jauh pergi ke wilayah lain di Nusantara seperti Wakatobi.

Tidak hanya itu, pantai dengan pasir putih juga merupakan hal indah lainnya yang harus Anda nikmati dari Pariwisata Pulau Tidung ini.



Falsafah yang Hilang

kerisOleh Eko Marwanto*

Aku duduk dihadapanya , sambil memperhatikan ia menggulung kertas papir yang berisikan tembakau kemudian disulut ujungnya dan “buuh..” Asap keluar dari mulutnya dengan bau Kemenyan yang cukup  menyengat.

Waktu itu masih belum jelas berapa umurku, namun yang teringat aku masih duduk di bangku SD dan kakekku sudah hampir 80 tahun. Sambil menikmati rokok lintingan, dia bercerita  tentang penciptaan dunia ini, tentang takdir yang dapat di hitung dari sela jari, tak lama kemudian dia menunjukan benda-benda pusakanya yang mungkin berjumlah puluhan. Dari sekian banyak benda pusaka hanya ada adalah sebilah keris dan sebuah tombak yang masih terekam dalam ingatanku.

Kakeku menceritakan tentang keris kesayangannya yang bernama Saka bumi. Keris itu didapat dari gurunya yang bernama Eyang Rama Dikrama, seorang tokoh ahli kanoragan di tanah Cilacap, bahkan beliau telah mengalah kan semua perguruan di tanah Cilacap ini dan mempersatukannya dengan mendirikan perguruan bernama Cempaka Warna.

Dari cerita yang didapat, Eyang Rama Dikrama kebal dari berbagai macam senjata, namun sayang beliau meninggal oleh kerisnya sendiri yaitu Keris Saka Bumi, seperti kisah empu Gandring yang mati karena kerisnya sendiri, “ Sebenarnya Kekuatan dan kelemahan itu ada pada dirimu sendiri maka dari itu kalau kau ingin memenangkan perang kau harus dapat mengalahkan musuh yang ada dalam dirimu sendiri,“ begitulah petuah kakekku setelah bercerita panjang tentang kerisnya, meski saat itu aku belum paham apa maksud perkataan itu, yang jelas mulai saat itulah aku sangat mengagumi kakekku.

Pada suatu hari aku di ajak kakeku pergi hamparan sawah yang letaknya tepat di bawah bukit Cempaka Warna. Suasananya begitu sejuk, pohon-pohon besar berderet menyimpan sejuta misteri , kicauan burung-burung terdengar dari setiap dahannya, yang seolah-olah ingin menceritakan mengenai hikayat panjang perjalanan dunia menua dan rapuh. Sesekali terdengar seperti nyanyian Biyung menimang Sibuyung hingga terlelap dan tidur, begitu damai, namun terkadang seperti tangisan memilukan, seakan mengundang malaikat maut sehingga bulu kuduk berdiri. Langkah kami berhenti di pematang sawah yang letaknya paling tinggi.

“ Kemari Ndo…” aku duduk di sampingnya
Kemudian dia berkata,“ Pejamkan matamu, kemudian rasakan angin perbukitan menerpa wajahmu, dengarkan suara alam dengan hatimu, dengar setiap bahasanya lalu terjemahkanlah, tariklah nafasmu sedalam-dalamnya dan rasakanlah bau tanah ini kemudian peluklah seolah kau memeluk ibumu dan kau akan merasakan kedamaian,” pintanya.  

Aku tak mengerti apa yang dikatakan kakekku aku hanya bisa mencuri-curi pandang apa yang dilakukan kakek sambil sesekali tersenyum melihat tingkah kakek, kemudian kakek mengajakku pergi mendekati sebuah pohon

“ pohon apa ini kek ?”
“ Ini pohon Kiara, usia pohon ini sudah ratusan tahun, sudah banyak kisah  yang dia catat dalam perjalanan generasi kita, yang jelas generasi mulah yang akan menutup catatannya,” katanya.

“Maksudnya Kek..?”
“Kelak ketika kau sudah dewasa kau akan mengerti “
Sampai di sebuah lereng yang curam kakek berhenti, Aku lihat kakek mengeluarkan kerisnya ‘ Saka Bumi’ kemudian menancapkanya begitu dalam.

“ Kenapa kerisnya kakek tancapkan di sini bukanlah itu keris kesayangan kakek ?” tanyaku
“Nanti di akhir generasiku, tak ada lagi orang yang mampu mendengar bahasa alam dan pohon kiara itu akan mengakhiri catatannya “ tandas kakek

“ jadi apa hubungannya dengan keris ini ?“

“Semua falsafah kami tidak akan ada lagi yang percaya, semua akan berganti dengan falsafah barat yang menakjubkan dan penuh logika, jadi kakek sengaja menguburkan keris ini agar kelak kau mengerti, apa yang kau tidak mengerti sekarang”. Semakin aku tidak mengerti, semakin aku mengaguminya aku lihat semua yang di lakukan kakek dan kucatat dalam pikiranku.

Usia telah membuat begitu lemah saat itu hingga ia hanya bisa terbaring lemah di atas kasur, aku ingat saat itu aku pergi ketempat kakek biasa mengajarkanku bahasa alam, aku coba  pejamkan mataku dan aku merasakan aliran udara bukit yang menerpa wajahku, kemudain aku merasakan tubuhku sangat ringan, saat itu sungguh aku sangat takut membuka mataku karena aku merasa angin telah membawaku terbang, seketika  ku dengar  bisikan “ Bukalah matamu , kemari dan peluklah ibu”, aku tak bisa melihat dengan jelas wajahnya hanya bau harum yang menggambarkan sosok ibu yang begitu mencintai anaknya dan aku larut dalam kedamaian.

Kemudian dia memperlihatkan sekelompok anak-anak yang bermain di bawah pohon kiara, menari, berputar, dan tertawa begitu riangnya, lalu aku melihat seorang gadis kecil yang bernyanyi di atas dahan pohon kiara yang menjulang tinggi, terdengar begitu  indah nyanyian itu meski bahasanya tak sedikitpun aku mengerti, aku berjalan mendekati mereka, mereka tersenyum menyambutku kemudian menggandeng tanganku membentuk lingkaran dan berputar bunga-bunga ilalang bertaburan layaknya salju, kuliahat ke atas, pelangi begitu berwarna-warni, betapa indahnya bumi ini, kemudian terdengar suara yang begitu mengagetkanku, sontak semuanya sirna, ternyata itu adalah suara pamanku belau mengabarkan bahwa kakek mungkin sudah sekarat, aku pun segera pulang bersama paman, kulihat kakek sudah tersengal menarik nafasnya akupun mendekatinya, kemudian kulihat dia tersenyum padaku, dan berbisik. “ kau sudah melihatnya?, “ aku mengangguk sambil menitikan air mata, ia kemudian perlahan menggerakan tangannya dan menunjuk kearah dadaku sambil tersenyum, akhirnya kakek menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Sejak saat itu aku pergi bersama Ayah ku ke kota meski sebenarya akau tidak pernah mau tinggal bersama ibu tiriku, makanya aku memilih tinggal dengan kakek namun keadaan memaksaku untuk tinggal bersama mereka. Aku berniat kembali ke desa itu untuk melihat Sakabumi dan mempelajari falsafahnya. Dengan perasaan pahit yang aku pendam selama ini bersama keluarga baruku, kini aku kembali ke desa yang banyak sekali menyimpan kenangan-kenangan indah masa kecilku 

Kulihat pintu itu masih sama seperti dahulu tampak jelas goresan paku yang bertuliskan namaku, Ruang depan masih sama seperti dulu, tampak jelas kursi rotan, dan meja kayu jati terlihat  kokoh, ranjang besi berwarna hijau tempat kakek tidur pulas setelah seharian berkutat dengan sawah masih tersimpan rapih dalam kamarnya.

Saat itu juga ku bersihkan Rumah kakek dari debu dan jaring  laba-laba , entah kenapa perasaanku selalu tertuju pada desa ini, meski tawaran-tawaran pekerjaan yang cukup menggiurkan silih berganti menghampiriku  memang predikat cumeload dari universitas ternama di sandangku begitu memikat perusahaan asing, namun tak sedikitpun aku tergoda.

Bayangan kakeku dan Saka bumi selalu menghampiriku sehingga aku putuskan untuk kembali ke desa ini. Hari itu juga aku pergi menuju sawah kakek, yang terletak tepat di bawah bukit Cempaka Warna tempat dulu aku bermain bersama kakek.

Namun apa yang kulihat saat itu sungguh jauh berbeda dengan keadaan saat aku kecil dahulu, tanah terlihat gersang, sungai-sungai kecil yang dulu selalu ramai dengan gemericiknya kini seperti mati, hanya batu–batu besar yang mulai rapuh dan nampak bosan, perbukitan ini terasa sepi tak adalagi pohon-pohon besar atau kicauan burung anak  “prenjak” dari balik dahan menunggu induknya pulang membawa makanan.

Kulihat pohon Kiara sudah tak lagi ditempatnya, ternyata benar kata kakekku generasikulah yang akan menutup catatannya, aku berjalan menuju tempat di mana Saka bumi dikuburkan bersama falsafah kakeku , sedikit demi sedikit kugali tanah semakin lama semakin dalam namun tak kutemukan Saka Bumi . aku pun beranjak  pergi, sesekali air mata menetes, benarkah falsafah-falsafah itu telah hilang.

Aku berniat menemui pamanku dengan berjuta pertanyaan yang ingin aku tanyakan , kulihat paman sedang duduk di serambi rumahnya
“ Kapan datang ,“ tanya pamanku
“ Kemarin paman, ada yang ingin aku tanyakan paman, apa yang terjadi dengan desa ini  kenapa sawah-sawah mengering, apa tidak ada lagi yang mau menanam padi, kemana pohon-pohon di perbukitan siapa yang menebangnya ?” Tanyaku

“Sekarang lihat baik-baik desa ini, tak ada satupun, seorang pemuda di Desa ini, Semuanya pergi ke Negeri tetangga, sedangkan paman pegang sendok saja sudah gemetar, apalagi harus mencengkram cangkul”  tegas paman .

Aku paham maksud pamanku, terang sudah semua yang diceritakan kakekku dulu ,
“ Suatu hari tanah ini akan menjadi kotoran, hingga generasimu jijik melihat tanah ini apa lagi bermain dengannya “. Ternyata benar kini  para petani sudah mulai menua tanpa ada generasi pengganti.
“Menjadi babu di negeri orang  lebih membanggakan dari pada berkubang  lumpur di tanah leluhur “
“ Begitu banyak bahasa yang akan kau  pelajari, hingga lupa bahasa  ibu sendiri”,
“ Dahulu banyak orang yang mati di jalan dan mereka adalah Pahlawan, namun kelak  akan  lebih banyak orang yang mati dijalan dan mereka adalah pecundang “.

Seketika apa yang kakek ceritakan dahulu terasa begitu nyata , seperti sebuah scenario yang mulai dipentaskan oleh para lakon generasi kami, atau bagaikan  jumlah angka dalam sebuah garis  kehidupan yang awal dan akhirnya sudah pasti di ketahui.

Sekarang aku menegerti apa yang selalu kakek ceritakan padaku, sungguh benar-benar terjadi, generasikulah yang akan mengakhiri catatan-catatan mereka.  Benar atau tidak yang jelas kini falsafah-falsafah itu telah hilang.  


*Penulis bermukim di Cimanggu, Cilacap









Yuk Jelajah Pulau Tidung dan Sekitarnya

wisata pulau tidung, paket wisata murah, jelajah pulau tidung
Masih adakah yang mempertanyakan atau mesangsikan keindahan alam Indonesia? Yup, keindahan alam yang membentang dari sabang sampai marauke kiranya sudah bukan diragukan lagi. Soalnya, sudah banyak wisatan baik lokal atau asing secara khusus mendatangi daerah tertentu hanya untuk menikmatinya.

Salah satunya, yakni pulau tidung. Sebuah pulau yang masuk dalam salah satu kelurahan di kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta, Indonesia. Untuk dapat menikmati segala macam pesona yang terdapat di pualu ini tak perlu dana besar alias murah.  pulau tidung

Lantas apa saja yang bisa dinikmati di pulau tersebut? Namanya juga pulau yang dikelilingi pantai tentunya para wisatawan akan disuguhkan dengan pesona pantai baik pemandangan di dalam dan luar pantai.

Benar sekali, selain menikmati permainan banana, bagi yang hoby menyelam atau menasaran dengan keindahan terumbu karang. Setalah itu, khususnya bagi pergi berpasangan bisa ke Jembatan Cinta, yakni sebuah jembatan yang menjadi pembatas antara Pulau Tidung yang terdiri dari Tidung Besar dan Tidung Kecil yang kemudian dinamakan oleh penduduk sebagai jembatan cinta. Dari sana dijamin akan didapatkan suasana romantis sambil menikmati keindahan matahari tenggelam.

Sedangkan bagi mereka yang ingin menjelajah pulau ini, berikut ini rute yang sudah menjadi kebiasaan para wisatawan. Bermula sambutan perkampungan penduduk. Pada perkampungan ini, para wisatawan dapat membeli aneka macam makanan atau pernak-pernik sebagai kenang-kenangan.

Berikutnya adalah menelusuri jalan setapak yang panjang ini ini akan melewati fasilitas umum, seperti kantor polisi, sekolah setingkat SMU untuk para pelajar dari pulau sekeliling, kumpulan warung dan menuju ke jembatan cinta yang menghubungkan Pulau Tidung Besar dengan Pulau Tidung Kecil tanpa penduduk.



 pulau tidung Jika agak malas berjalan kaki, tak usah kuatir di sini juga tersedia tempat penyewaan sepada yang akan menbawa para wisatawan pada sebuah jembatan akan dijumpai sebuah pemandangan  jembatan yang cukup tinggi untuk melalui suatu cekungan laut yang agak dalam, dimana banyak anak kecil penduduk setempat memperagakan loncat indah dari jembatan sebagai sarana bermain mereka, cukup menghibur para wisatawan dan amat mengundang keinginan untuk bisa bergabung dengan mereka melakukan loncat indah di pantai biru tanpa ombak.

Di penghujung jembatan penghubung, menapaki pantai Pulau Tidung Kecil yang merupakan kawasan pengembangbiakan mangrove, masih tampil indah ditelusuri dengan bersepeda, melalui jalan setapak yang dipenuhi dengan ilalang dan pantai sepi yang pasirnya putih lembut, sangat indah pemandangannya.

Bagaimana, apakah teman-teman tertarik untuk mengunjungi salah satu kawasan Jakarta yang sangat jauh dari bisingnya Ibu kota, jika benar-benar tertarik sangat mudah tinggal hubungi saja dengan mengklik link di sini. Selanjutnya untuk lebih jelasnya silakan menayakan sepuas hati.
 

Ciamik! Timnas U-19 Bungkam Uni Emirat Arab 4-1

Penampilan Tim nasional Indonesia U-19 saat menghadapi Uni Emirat Arab dalam uji coba pada pertandingan yang berlangsung di Stadion FA Complex, Al khawaneej, Senin (14/4/2014). Evan Dimas dan kawan-kawan mampu menunjukkan penampilan ciamik sejak menit-menit awal dan al hasil ‘Garuda Muda’ secara mengejutkan menang telak 4-1 atas tuan rumah, yang nota bene juara Grup B kualifikasi Piala Asia AFC U-19 beberapa waktu lalu.

Pada laga yang berlangusung, U-19 langsung menggrebak pertahanan UEA. Hal tersebut terlihat saat laga baru berjalan enam menit, Timnas mendapat peluang emas, peluang bermula dari pergerakan Maldini Pali dari sayap kanan yang kemudian mengirim umpan silang mendatar kepada Sial, Muchlis, namun sayang Hadi gagal menyontek bola sebab kalah cepat dari barisan belakang pemain UEA U-19.

Muchlis Hadi kembali mengancam di menit 11. Mendapatkan bola terobosan, dia bisa memenangi adu sprint dengan pemain belakang UEA U-19. Tapi, sepakan kerasnya dari dalam kotak penalti masih bisa ditangkap dengan sempurna oleh kiper UEA U-19 Jamal Ismaik.

Lagi-lagi, Hadi mendpatkan peluang emas saat laga berjalan menit ke-6, sayang dia bisa memenangi adu sprint dengan pemain belakang UEA U-19. Tapi, sepakan kerasnya dari dalam kotak penalti masih bisa ditangkap dengan sempurna oleh kiper UEA U-19 Jamal Ismaik.

Mendapat tekanan, UEA U-19 tak tinggal diam dalam melakukan serangan, tepat di menit 15. Muhammed Saeed menyodorkan bola pada Rashed Ganem, yang bisa melepaskan sepakan keras dari luar kotak penalti tapi masih menyamping.

Dua menit berselang, Ahmed Jamel mendapatkan peluang matang. Dia bisa menguasai bola salah passing dari salah satu pemain timnas U-19, sial sepakannya masih bisa diantisipasi oleh Awan Seto.

Maldini kembali beraksi, dalam aksinya pemain lincah ini mengirimkan umpan manis Paulo Sitanggang yang  nyaris membuka keunggulan bagi timnas U-19 di menit 27. Mendapatkan umpan tarik dari Maldini, Paulo mampu melakukan sepakan terarah tapi masih menerpa mistar gawang.

Timnas U-19 akhirnya bisa memecah kebuntuan di menit 42. Menerima umpan terobosan Evan Dimas dari lini tengah, dia dengan tenang memasukan bola ke dalam gawang UEA U-19. Skor terebut tetap tak sama hingga wasit meniupkan peluit tanda berakhirnya babak pertama.

Memasuki babak kedua, giliran UEA U-19 merobek jala ‘Garuda Muda’. Berawal dari sepakan bebas dari sisi kiri, Abdulah Ganem mampu menyundul bola masuk ke gawang Awan Seto.

U-19 kembali unggul, kali ini giliran kapten Evan Dimas dengan tenang mengontrol umpan silang menyusur tanah dari Maldini, Evan dengan tenang mengecoh lini belakang UEA U-19 lalu  menyarangkan kulit bundar ke jaring lawan pada menit 66.
Masuk sebagai pemain pengganti, Septian David Maulana memberikan kejutan dengan menyumbangkan satu gol di menit 77. Dimas Drajat memberikan umpan tarik terukur dari sayap kanan untuk Evan Dimas.

Sepakan Evan Dimas dari jarak dekat masih bisa diblok lini belakang UEA U-19, tapi Septian David sukses menyambar bola rebound untuk membawa timnas U-19 unggul 3-1.

Jelang bubaran, Dimas Drajat menambah gol di masa injury time. Mendapatkan umpan silang terukur dari Yabes Roni Malaifani, sepakannya dari jarak dekat sukses membobol gawang UEA U-19 untuk keempat kalinya.


Susunan Pemain:

UEA U-19: 17 Ismaik, 4 Ganem, 6 Wahab, 18 Jamel, 25 Al Nubi, 8 Based, 28 Jasem, 12 Kadem, 21 Qadir, 16 Saeed, 13 Ganeem

Timnas U-19: 12 Awan Seto, 2 Putu Gede, 23 Ryuji, 19 Hansamu, 5 Factu Rochman, 8 Hargianto, 6 Evan Dimas, 17 Paulo Oktavianus, 15 Maldini, 20 Ilham Udin, 10 Muchlis Hadi

Masukkan email untuk berlangganan:

Delivered by Angkringanwarta

 

Lelap di Kolong Jembatan

forum

Ayo kirim tulisanmu ke : angkringan123@gmail.com
Copyright © 2012. AngkringanWarta - All Rights Reserved
Powered by Angkringanwarta