Berita Terbaru:
Home » » Berpapasan Pot "UT"

Berpapasan Pot "UT"

Written By angkringanwarta.com on Thursday, February 09, 2012 | 17:35

Entah semenjak kapan, namanya menjadi ramai diperbincangkan? Tapi yang jelas, setiap orang yang berpapasan dengannya, ia akan mengungkapkan atas perjumpaannya, entah itu sekadar bertanya, berkomentar, mengkritik secara sadis, atau tertawa-tawa sebagai sindirian, semua menyatu saat orang-orang berkumpul dan bercerita tentang papasan.

Setelah sekian lama, akhirnya celetukan-celutakan tentang papasan mereka lenyap atau melenyap atau lebih tepatnya terkubur dengan peristiwa yang lain. Namun, tiba-tiba cerita itu kembali hadir, tepatnya semalam, pukul 01.00 WIB.

Cerita yang diungkapkan Agus Kurniawan dan biasa disapa Buntel. Buntel menceritakan tentang penglaman saat bertemu Sudarnoto selaku Pembantu Purek Kemahasiswaan UIN Jakarta. Obrolan antara ketua Kelompok Pencinta Lingkungah Hidup dan Kemanusiaan (KMPLHK) Ranita dengan Purek III, berbincang tentang lingkungan, terutama lingkungan sekitar kampus UIN Jakarta.

Purek III ini, menanyakan Ranita bisa enggak untuk kerjasama dengan UIN Jakarta? Terutama membuat sebuah program tentang lingkungan, entah itu pelatihan, atau mengatasi permasalah lingkungan. Mendengar jawaban tersebut, Buntel menjawab, "Kalau UIN ulang tahun, bagikan pot aja ke rumah warga, di depan aja ada pot UT. "

Buntel yang menceritakan tentang pengalaman sambil tersenyum menambahkan, "Masa di depan UIN ada pot UT, bukanya pot UIN. Bahkan samping Bank BNI aja sudah ada tempat sampah UT."

Pot UT itu lah, yang ramai diperbincang orang-orang. Sebuah pot yang akan berpapasan dengan siapapun, apabila melintas menelusuri jalan dari Gintung hingga depan gang jalan Pesanggrahan samping UIN Jakarta. Sebagaimana sore tadi, kami yang menyaksikan pohon-pohon mungil di atas sebuah pot yang terletak tengah-tengah ruas jalan raya.

Khusus untuk sepanjang depan UIN sendiri, yakni gerbang masuk hingga gang pesanggrahan kalau tidak salah hitung terdapat 46 pot, sebuah pot yang terbuat dari batu, bertulisankan Universitas Terbuka lengkap dengan logonya,

Dan kata Universitas Terbuka, orang-orang menyebutnya dengan "Pot UT". Sebuah pot yang sudah ada kurang lebih empat bulan yang lalu, waktu itu diletakan pas malam-malam, ungkap Buntel. Buntel yang merupakan aktivis lingkungan menambahkan, "Itu, kalau sudah kira-kira mencapai 5 M, selain menambah indah, dan yang lebih penting menyerap asap kendaraan yang begitu padat. Selain itu, tempat sampah yang telah disediakan, apalagi tempat sampah yang ada di pinggir jalan sangat langka, dan hal ini lebih konkrit dari pada hanya cuap-cuap sebuah program."(Dede, foto Jose)


Share this post :

+ komentar + 2 komentar

February 10, 2012 at 1:41 AM

lebih menarik lagi kalau ditambahkan komentar pak pureknya. kira-kira, apa ya tanggapannya... :)

terima kasih sudah menulis pengalaman menarik ini.

February 10, 2012 at 3:53 AM

terimakasih atas saranya.

Post a Comment

Masukkan email untuk berlangganan:

Delivered by Angkringanwarta

 
Ayo kirim tulisanmu ke : angkringan123@gmail.com
Copyright © 2012. AngkringanWarta - All Rights Reserved
Powered by Angkringanwarta