Berita Terbaru:
Home » » Membaca Tulisan Makki, Serasa Menikmati Kopi

Membaca Tulisan Makki, Serasa Menikmati Kopi

Written By angkringanwarta.com on Sunday, March 04, 2012 | 23:54

Oleh Dede Supriyatna*

Sebagai seorang komentator awam, sudah barang tentu apa yang diungkapan masih akan mengalami kekurangan. Tapi, yang jelas tatkala membaca sajian yang disajikan Ahmad Makki selaksa sedang menikmati suguhan kopi hitam.

Lalu apa yang membedakan kopi yang disodorkan Makki dengan yang lainnya? Apabila melihat dasar racikan kopi, mungkin tak ada yang membedakan, Sebab setiap seduhan kopi terdapat hal-hal yang sama, yakni biji kopi yang ditumbuk berserta gula. Dan kemungkinan yang menajadikan pembedanya, yakni siapa yang meracik atau menakar kadar kedua unsur tersebut.

Apabila unsur gula yang terlampau banyak tentunya hasilnya sudah dapat dipastikan, begitupula dengan kopinya. Memang meskipun demikian, setiap penikmat kopi memiliki seleranya masing-masing. Hal itu, yang menjadikan peracik kopi mengalami kegusaran dalam penyajian kopi, apakah yang disajikan akan cocok terhadap penikmat?

Baiklah, sebagai penikmat yang masih awam tentunya mengalami kesukaran dalam memberikan sebuah gambaran, selain ungkapan rasa wenak tenan, sedangkan pada tahap-tahap yang lainnya, secara pribadi mengalami kesukaran dalam menemukan celah-celah mana yang berasa kurang. Dia selaksa memiliki kelihaian dalam peracik, dia mampu melihat hal-hal yang berbeda dengan pada umumnya.

Hal itu, dibuktikan pada kasus pertandingan AC Milan 1-1 Juventus berberapa silam, dia meracik hasil pertandingan dengan memberikan judul AC Milan 1-1 Juventus: Blunder Conte dan Sayap Juve.

Pada pertandingan itu, ia mengulas sebuah pertandingan dengan gayanya yang begitu khas, bagaimana ia mencocokan perpaduan gula dan kopi hingga terjadi letupan-letupan. Kehadirnya letupan-letupan itu, memberikan kegairahan tersendiri lalu membuat sang penikmat (dapat membuat melek). Dan saat habis, maka akan memberikan kerinduan tersendiri pada penantian kopi berikutnya.

Dengan kelihaian membuat sebuah letupan-letupan pada sajianya, terlihat dari beberapa tulisanya di Angkringanwarta (Lihat kolom bola), bagaiaman membuat sajian itu, terasa memiliki rasa yang begitu unik.

Dalam poin itulah, membuat dirinya menjadi pembeda tersendiri dalam cara menyajikan, dia sepertinya tak hanya memasukan unsur kopi dan gula, tapi ia juga memasukan unsur lainya, unsur apa itu, entalah?

Proses tersaji dengan tiap-tiap unsur yang hadir terasa begitu cocok, meskipun unsur-unsur tersebut bertentang rasa, seperti halnya kopi dan gula yang memiliki rasa yang bertolak belakang.

Kejeniusan itulah, membuat bagaimana unsur-unsur yang saling bertolak belakang tercipta saling mendukung. Dan peracikan itu, merupakan sebuah trik-trik tersendiri dalam mengeloh sebuah tulisan, sebaaimana tulisan kolom-kolom tentang bola yang diracika beberapa penulis. Dan setiap peracik memiliki kelihaan masing-masing dalam meracik, tak terkecuali Makki, dia dalam membuat sebuah racikan membuat rasa iri.

Khusus pada ulasanya pada pertandingan AC Milan 1-1 Juventus: Blunder Conte dan Sayap Juve, ia menjadikan dirinya bukan hanya peracik, melainkan sebagai peneliti sebelum menyajikan sebuah racikan.

Hasil dari penelitian pada akhirnya ia berhasil meracik sebuah tulisan dengan rasa yang berbeda dengan pada umumnya. Pada kasus tersebut, hampir seluruh orang yang lebih banyak berkomentar persoalan kinerja wasit sebagai pengadil lapangan. Sedangkan ia, coba amati bagaimana ia meneliti lalu membuat racikan dari unsur beda.

lalu hasilnya tentunya pula akan berbeda, perbedaan tersebut sehinga menbuat kenikmatan tersendiri dan terasa sukar untuk dijelaskan. Begitu adanya, bahwa kenikmatan bukan untuk dijelaskan, melainkan tinggal dinikmati bagi setiap penikmat (pembaca), dan apabila terdapat yang kurang cocok, maka tinggalah sang penikmat memberikan gerundelan. Seandainya memberikan contohnya, ambilah contoh pencandu kopi, bisakah pecandu menjelaskan bagaimana rasa kopi yang sedang dinikmatinya?

*Catatan ini merupakan sebuah komentar terhadap tulisan Makki.

Share this post :

+ komentar + 2 komentar

Anonymous
March 5, 2012 at 7:06 PM

'selaksa' itu artinya seribu bung, jadi mungkin lebih tepat pakai 'serasa'hehe

A. Zakky

March 5, 2012 at 7:36 PM

terimakasih. hehehehe

Post a Comment

Masukkan email untuk berlangganan:

Delivered by Angkringanwarta

 
Ayo kirim tulisanmu ke : angkringan123@gmail.com
Copyright © 2012. AngkringanWarta - All Rights Reserved
Powered by Angkringanwarta